Murai batu termasuk burung tipe fighter, juga termasuk yang gemar berkicau secara lantang, tentu dari kebutuhan nutrisi untuk mempertahankan ciri di atas, maka murai batu tidak baik jika hanya diberikan makanan buatan, seperti voer seumur hidup.
Semua ini karena memang secara logis, di alam pun burung yang berkicau di pepohonan dengan indah karena tercukupi asupan nutrisinya.
Lalu apakaha voer yang dibuat dengan bahan baku berkualitas seperti kroto kering, madu, serbuk jangkrik, dan lain-lain yang diolah secara khusus dan dijadikan voer kualitasnya kurang baik? Yang jelas ada faktor alamiah yang hilang dalam proses pengolahan, misal saripati utama dari kroto ketika ada proses pengeringan.
Selain itu bakteri pun bisa muncul di dalam voer yang tidak disimpan dan disajikan secara bersih. Jamur di dalam makanan buatan ini bisa tumbuh dengan cepat tanpa kita menyadarinya.
Sehingga untuk menjaga murai batu seperti kualitas kicaunya dihutan, kita pun harus menyediakan nutrisi yang benar-benar bagus, bukan saja voer dengan kualitas bahan yang bagus, karena kita tidak pernah tahu proses pembuatan voer itu dengan cara apa, dan berapa kadar proteil, mineral, lemak, dll yang berkurang.



0 komentar:
Posting Komentar